Kompit Logo
Kompit Logo

One Championship: Chatri Sityodtong Dapat Sabuk Cokelat Brazilian Jiu-Jitsu

Sports - Aug 22, 2022

Di tengah kesuksesan One Championship, CEO Chatri Sityodtong ternyata juga jago beladiri. Tak hanya menjalankan bisnis semata, Sityodtong juga menekuni beladiri. Akhir pekan lalu, Sityodtong menandai tonggak sejarah luar biasa lainnya dalam perjalanan seni bela dirinya. Sityodtong mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapatkan sabuk cokelatnya di Brazilian Jiu-Jitsu. Sityodtong membagikan berita tersebut melalui akun Facebook resminya. “Dengan perhitungan kasar saya, saya telah menghabiskan setidaknya 2.400 jam di atas matras (mungkin lebih). Ini adalah perjalanan panjang dengan banyak pasang surut (dan cedera), tetapi saya tidak akan mengubahnya,” tulis Chatri dalam postingannya. “Saya telah dijatuhkan lebih dari yang saya ingat. Saya pulang ke rumah dengan putus asa lebih dari yang saya dapat akui, dan saya ingin menyerah lebih dari yang saya dapat hitung. Tentu saja, saya bukanlah seorang murid jiu-jitsu yang paling berbakat, tetapi kecintaan saya pada seni yang lembut tidak dapat dipatahkan.” CEO organisasi seni bela diri terbesar di dunia ini mulai berlatih BJJ pada tahun 2005, di Renzo Gracie Academy di New York City. Disana Sityodtong meraih sabuk birunya hanya dalam kurun dua tahun atau tepat sebelum pindah ke Singapura untuk mendirikan ONE Championship dan Evolve MMA. Setelah berada di Singapura, dan bertanggung jawab untuk menjalankan pertunjukan di ONE dan Evolve, Sityodtong melanjutkan pelatihan meskipun jadwal kerjanya yang padat, dan pada tahun 2019, ia dianugerahi sabuk ungu. “Meskipun jadwal kerja saya gila, saya berkomitmen untuk berlatih 5 sampai 6 kali dalam seminggu. Sulit untuk kembali mengenakan gi setelah bertahun-tahun, tetapi saya sekarang benar-benar kecanduan,” tulis Chatri. “Ini tidaklah mudah, tetapi benar-benar petualangan yang luar biasa. Seni bela diri adalah apa yang saya sukai. Seni bela diri adalah siapa saya.” Ketika seorang praktisi BJJ mencapai tingkat sabuk coklat, petarung itu sudah memiliki teknik yang hampir sempurna, dan pemahaman yang kuat tentang kemampuan grappling dasar dan lanjutan mereka. Pada titik ini, mereka dapat mulai bereksperimen mengembangkan gaya unik mereka sendiri. Bagi Sityodtong, mendapatkan sabuk cokelatnya adalah pencapaian yang fantastis, tetapi jelas bukanlah akhir dari perjalanan. CEO ONE ini kini bertekad mencapai tujuan akhir untuk mendapatkan sabuk hitamnya. One Championship kembali pada hari Jumat, 24 September dengan ONE: REVOLUTION, langsung dari Singapore Indoor Stadium. Christian Lee akan berusaha mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Lightweight menghadapi Ok Rae Yoon di laga utama.

Artikel Lainnya:

Kompit Logo

Kompit adalah SuperApp kompetisi berbasis teknologi yang memfasilitasi berjalannya event, pertandingan, hingga penjurian dari awal hingga akhir untuk terciptanya ekosistem kompetisi yang berada di level selanjutnya.

© 2022 KOMPIT, PT Bina Kompetisi Indonesia

Privacy Policy